CHANGE IS THE ONLY CONSTANT

itu hari pertama saya menginjakkan kaki di bangunan tua itu. saya merasa sangat terasing, karena saya tidak mengenal siapa-siapa, dan lingkungan ini serba baru bagi saya. saya mengamati skenario yang sedang berputar di depan mata saya, dan dengan susah payah mencerna apa yang sedang terjadi. saya melihat papan pengumuman dimana tertera saya akan masuk kelas mana, dan saya menemukan nama saya di kolom kelas 7-3. saya tidak pernah tahu nama lain yang ada di kolom yang sama seperti saya. pada hari pertama itu, saya cenderung ansos dan kurang terlibat dalam kegiatan-kegiatan MOS. hari-hari selanjutnya saya lewati begitu, hanya bertindak dan berbicara seperlunya.

lambat laun, saya mulai mendapat teman, walaupun memang belum dalam jumlah yang banyak, dan kadang-kadang saya masih suka awkward dengan mereka, karena belum terlalu kenal. namun kemudian saya menghadapi satu lagi masalah di sekolah ini, yaitu cara belajar-mengajar yang diterapkan di sini, yang jauh berbeda dari yang alami waktu SD. saya menempuh pendidikan dasar di dian harapan (saya tahu, mungkin banyak dari kalian yang bahkan tidak tahu sekolah ini ada). pokoknya di sana, cara belajar-mengajarnya sangat santai, peraturannya juga tidak terlalu ketat, dan kami menganggap guru-guru kami sebagai teman. saya benar-benar kagok ketika pertama kali masuk sini. rasanya seperti 180° dari apa yang selama sini saya rasakan. cara belajar-mengajar di sini tidak santai sama sekali. saya menemukan banyak peraturan baru seperti dihukum kalau telat masuk sekolah, rok panjang dan kaus kaki panjang, pin serviam, kewajiban menguncir rambut, hp tidak berkamera, dll. di sini guru-guru juga benar-benar dihormati oleh semua siswi.

butuh waktu yang tidak singkat untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang akan saya tinggali selama 3 tahun ke depan. nilai-nilai pertama saya anjlok semua, malah saya termasuk salah satu anak-anak remed. yang paling nyesek, nilai geografi pertama saya adalah 40. jujur saya shock banget karena saya tidak pernah mendapat nilai sejelek itu. waktu SD, saya bahkan bisa mendapat nilai bagus tanpa harus belajar keras. karena saya sudah terbiasa untuk tidak belajar keras, akhirnya saya belajar dengan santai dan nilai saya kebakaran semua. saya juga pernah ada masalah dengan guru. waktu SD, saya menganggap guru-guru sebagai teman, tapi ternyata, saya tidak bisa menerapkan anggapan itu di sini. ketika pertama-tama masuk sekolah, saya agak tidak hormat pada guru-guru saya. itulah sebabnya saya mendapat surat cinta waktu pengambilan rapot mid semester ganjil tahun kemarin. saya juga termasuk anak yang sering telat (saya telat lima kali tahun kemarin).

selama beberapa minggu pertama sekolah, jujur saya stress. saya suka marah-marah sendiri pulang sekolah dan itu membuat orang tua saya khawatir. mereka takut mereka telah membuat keputusan yang salah dengan memasukkan saya ke sekolah ini. saya tidak menemukan semangat untuk bersekolah di sini. saya terus-menerus membandingkan sekolah ini dengan sekolah SD saya, juga kadang-kadang dengan sekolah yang saya mau sesungguhnya, st. laurensia. saya selalu bersungut-sungut dan mengeluh, ‘kenapa saya jadinya sekolah di sini, kenapa di sini aneh banget, benar-benar beda dan adaptasinya sangat susah’.

tapi, yang sudah terjadi ya sudah terjadi. saya berusaha mensyukuri keputusan akhir saya bahwa saya harus belajar sampai saya lulus di sekolah ini. orang tua saya selalu mendukung saya, membantu saya jika saya punya masalah dan mendoakan saya setiap hari.

1453107309854.jpg

ternyata sekarang, saya bahkan melanjutkan pendidikan menengah atas saya di st. ursula lagi. buat saya, adapting to a new society is not easy, but it’s doable. kemudian saya sadar, perubahan pasti akan selalu terjadi. sehabis SMA pun saya akan harus pindah ke sebuah environment baru dimana saya harus beradaptasi lagi, and i better prepare myself for that.

“changes are bound to happen, but it is up to us whether it would be for the good or bad.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s