INDONESIA MERANGKUL DUNIA

(this is an analysis on a documentary film released by metro tv titled ‘indonesia merangkul dunia’, which i did as an assignment for my history class.)

1439535245536.jpg

awal dari asal-usul politik luar negeri indonesia adalah perang dingin antara blok barat dan blok timur. perang antar dua ideologi yang berbeda tersebut menghantarkan indonesia untuk menganut asas politik luar negeri bebas-aktif. pelaksanaan asas bebas-aktif ini diperkuat dengan diadakannya konferensi asia afrika di bandung, yang menghadirkan 29 kepala negara yang merepresentasikan setengah penduduk dunia. dalam konferensi tersebut soekarno mendeklarasikan bahwa indonesia adalah negara non-blok, yang berarti indonesia tidak pro blok kiri maupun blok kanan. hal ini dipertegas lagi oleh hatta yang menyampaikan pidatonya pada konferensi tersebut yang berjudul ‘mendayung di antara dua karang’. pidato hatta inilah yang kemudian menjadi fondasi dari politik luar negeri bebas-aktif indonesia.

tahun 1963, singapura dan malaysia merdeka. mereka dengan resmi berdiri sebagai sebuah negara. namun, menurut soekarno, singapura dan malaysia hanyalah kepanjangan tangan militer inggris di asia. indonesia pun hengkang dari PBB, dan membuat poros jakarta – phnom penh – hanoi – pyeongyang – beijing. kota-kota yang disebutkan sebelumnya semuanya merupakan ibukota dari negara-negara komunis. soekarno akhirnya dinilai melanggar asas politik luar negeri bebas aktif, dan sekarang politik luar negeri indonesia sangat mengarah ke poros kiri, atau blok komunis.

muncullah sebuah partai radikal yang bernama partai komunis indonesia, yang mendapat dukungan penuh dari soekarno. mengapa soekarno terang-terangan mendukung kegiatan PKI, padahal jelas-jelas dalam dasar negara indonesia, pancasila, tertulis ‘ketuhanan yang maha esa’ sebagai sila pertama? semakin soekarno mengarah ke kiri, semakin amerika khawatir dan ingin agar soekarno jatuh. soeharto pun digunakan sebagai alat oleh CIA untuk menjatuhkan soekarno lewat sebuah dokumen berjudul ‘surat perintah sebelas maret’.

sejak soeharto naik tahta, hal pertama yang ia lakukan adalah membersihkan indonesia dari semua paham komunis. ia juga membekukan hubungan dengan RRC, meskipun tetap mengakui keberadaan negara tersebut. indonesia pun sekarang cenderung mengarah ke blok kanan dengan soeharto sebagai pimpinan teratas.

namun pada masa pemerintahan abdurrahman wahid, warna indonesia perlahan-lahan mulai berubah. beliau ingin mengenalkan wajah indonesia yang baru – indonesia yang ramah, ingin bersahabat dengan siapapun, namun tetap berprinsip bebas-aktif. pada masa pemerintahan soeharto, terdapat anggota militer di semua jenjang pemerintahan, baik di dalam maupun di luar negeri. ini menyebabkan Indonesia di-cap sebagai ‘kaku’, maka dari itu beliau menghapuskan kelaziman tersebut. indonesia di bidang luar negeri berubah dengan adanya perubahan – indonesia yang demokratis, transparan, dan menginginkan persahabatan dengan negara manapun.

lalu, apa yang membuat politik luar negeri indonesia istimewa? seluruh negara di dunia akan mengatakan bahwa politik luar negerinya bebas-aktif. bebas-aktif itu ternyata tidak istimewa. hakekat politik luar negeri adalah berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional. namun yang membuat indonesia berbeda adalah karena politik luar negeri kita dinamis, menyesuaikan dengan kepentingan dan keadaan negara yang berbeda-beda  dalam setiap era. meskipun begitu, tetap ada nilai-nilai yang dipertahankan, misalnya dengan konsisten menolak israel demi menjalankan cita-cita indonesia, yaitu kemerdekaan.

kemudian muncullah sebuah pertanyaan, apakah politik luar negeri bebas-aktif masih relevan saat ini? dulu asas ini dicetuskan karena Indonesia memilih untuk tidak mendukung baik blok barat maupun timur. tapi sekarang, blok-blok tersebut sudah tidak ada lagi. menurut natalegawa, jika kita tafsirkan politik luar negeri bebas-aktif berarti kemampuan kita untuk memiliki kebebasan, untuk menetapkan posisi. intinya bebas-aktif adalah ‘our capacity to make independent decision-making’. dengan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi dunia sekarang ini, apakah kita mampu untuk menjadi mandiri dan mengambil sikap sesuai dengan kepentingan kita? menurut beliau, sekarang karangnya bukan hanya dua, tapi sangat banyak (mengacu pada: ‘mendayung di antara dua karang’). maka, politik luar negeri indonesia harus semakin lincah, semakin fluid, dan semakin tanggap dalam menyikapi berbagai permasalahan global.

menurut natalegawa, salah satu tantangan kita saat ini adalah dunia internasional sekarang yang sangat dinamis, sangat fluid. dalam setiap permasalahan yang terjadi, ada sekumpulan negara-negara yang mendukung dan ada juga yang tidak. semua permasalahan sangat issue-dependant. tidak ada kelompok negara yang jelas seperti dahulu ada blok barat dan blok timur, semuanya bervariasi tergantung pada masalah yang sedang terjadi. indonesia dengan prinsip bebas-aktif harus bisa mendefinisikan kepentingan kita dalam setiap permasalahan, dan mencoba menciptakan light-minded countries, yaitu negara-negara yang memiliki pandangan yang sama dengan kita.

dulu indonesia adalah negara yang disegani, bagaimana dengan sekarang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s