THE ART OF COMMUNICATION

today we’ll talk about language, with a discussion of meaning and how we assign and understand meaning. we’ll cover sense and reference, beetles in boxes, and language games.

 

have you ever talked with a friend about a problem, only to realize that he just doesn’t seem to grasp why the issue is so important to you? have you ever presented an idea to a group, and it’s met with utter confusion?

 

now we’re talking about how language works and how powerful it can be. sometimes, that power can be harmful. today, Hank explains the use/mention distinction, the difference between dirty words and hate speech, as well as thick concepts and metaphorical identification.

CAN’T LIVE WITHOUT

here’s to whom i wouldn’t survive this life with:

1467276225079.jpg

saya pertama kali mengenal mereka tiga tahun yang lalu (kecuali untuk angel, i’ve known her my whole life). kami dipertemukan ketika kami sama-sama menjadi team untuk weekend roses xii. walaupun sekarang kami semua sudah pensiun dari roses karena umur kami yang sudah tidak masuk kategori lagi, pertemanan kami tidak berhenti di situ. we still constantly meet up to catch up on each other’s lives.

paling kiri, namanya nando. paling alay diantara kami dan dulu berhidung belang.

itu saya yang baju hitam, lagi nyengir.

di bawah saya, namanya gregory. jenius dalam bidang musik dan paling muda di antara kami.

di sebelahnya, namanya michael. setahun lebih muda dari saya namun lebih bijak dari saya.

kedua dari kanan, namanya angel. teman sehidup semati saya sejak tujuh tahun yang lalu.

paling kanan, namanya kevin. pecinta anime yang sama-sama wibu seperti saya.

Continue reading

MY EVERYTHING IN BETWEEN

here’s a very alluring photo of me and my friends:

1456498707318.jpg

ketika saya pertama kali masuk SMP, saya tidak tahu bahwa these creatures existed. kami berlima pertama kali bertemu empat tahun yang lalu, ketika kami masih duduk di bangku kelas viii. we instantly get along thanks to our common interest (well, more like addiction) towards handsome korean singers. ajaibnya, kami semua tempat duduknya ditempatkan sangat berdekatan dengan satu sama lain, dan di baris paling belakang pula. karena itu, semakin menjadi-jadilah kedekatan kami. sudah tidak terhitung lagi berapa banyak hal-hal bodoh yang telah kami lakukan bersama.

kiri atas, namanya celine. she’s probably yang paling waras diantara kami.

tengah atas, namanya janice. tampak luarnya alim namun busuk di dalam.

kanan atas, namanya stella. kelahiran 2000 namun paling tinggi dibanding yang lain.

kiri bawah, ya, itu saya, dengan ekspresi seperti sedang menahan buang air besar.

kanan bawah, namanya dania. satu-satunya makhluk yang tidak buruk rupa.

Continue reading

LIKE A BLOOMING ROSE

wer-12_620

ketika saya mengikuti weekend roses x untuk pertama kalinya sebagai peserta, saya tidak tahu bahwa ini akan menjadi sebuah life-changing experience bagi saya.

dulu, ketika masih menjadi peserta, saya orangnya masih malu-malu dan kurang terbuka. saya tidak begitu aktif dalam diskusi kelompok, tidak begitu heboh dalam gerak lagu, dan beberapa games saya ikuti dengan agak ogah-ogahan karena saya pernah memainkannya sebelumnya. saya kemana-mana hanya dengan teman-teman yang itu-itu saja, yang memang sudah saya kenal sebelum mengikuti weekend tersebut.

namun kemudian, saya memperhatikan para team yang begitu semangat dan antusias dalam membawakan berbagai rangkaian acara untuk kami ikuti. saya pun terbawa oleh aura menyenangkan yang mereka ciptakan. sekali-sekali saya memberanikan diri untuk ke depan ketika mc mengundang peserta untuk maju ke depan. di dalam diskusi kelompok, saya juga mencoba untuk menceritakan pengalaman-pengalaman pribadi saya kepada teman-teman sekelompok dengan harapan kami bisa saling mengambil makna dari cerita masing-masing.

yang membuat pengalaman weekend ini sungguh berkesan untuk saya adalah sewaktu pra rekon. saya merasa bahwa apa yang dibawakan oleh mami-mami saat itu sangat berkenaan dengan situasi saya dengan orangtua sehari-hari. saya menyadari kesalahan-kesalahan saya selama ini dan bertekad untuk memperbaiki diri seusai weekend nanti. saya juga ingin menerapkan berbagai hal yang saya dapatkan dari presentasi-presentasi yang telah dibawakan selama weekend, misalnya untuk tidak lupa mengucapakan terima kasih, untuk mulai menata dan menyiapkan cita-cita saya, dll.

di bus dalam perjalanan pulang, saya dan seorang teman saya mengikat janji bahwa kami akan menjadi team roses bersama-sama, karena kami terinspirasi oleh para team yang sangat berdedikasi dan penuh semangat. setahun kemudian, tanpa disangka-sangka, ternyata kami benar-benar dipilih untuk menjadi team weekend roses xi. setelah menjadi team, perubahan dalam diri saya semakin terlihat. saya menjadi orang yang tidak malu lagi untuk mengutarakan ide dan pendapat. saya juga tidak malu untuk mengembangkan bakat yang saya miliki, yakni bermain musik. dengan menjadi keyboardist untuk roses, saya pun menjadi semakin berpengalaman dan mahir dalam bidang musik.

weekend xi berlalu dan tibalah tahun terakhir saya untuk menjadi team. dengan teman yang sama, yang dulu mengikat janji untuk menjadi team dengan saya, kami kembali mengikat suatu janji untuk membuat weekend terakhir kami menjadi weekend roses yang terbaik yang pernah ada. awalnya kami sempat pesimis karena tahun ini proporsi team baru jauh lebih banyak dibandingkan dengan team lama, namun ternyata kami salah besar. semangat dan daya juang yang ditunjukkan oleh teman-teman team harus saya acungkan jempol. mereka rajin datang rapat dan ikut serta secara aktif dalam semua kegiatan yang ada. saya belajar banyak dari mereka, diantaranya tentang bagaimana menjadi orang yang supel. sabar, tidak egois, tidak pilih-pilih teman, dan sebagainya, apalagi dengan posisi saya sebagai pic acara.

tetapi, diatas semua itu, saya mendapatkan suatu hal yang paling berharga, yang tidak dapat saya beli atau tukar dengan apapun.

saya mendapatkan sahabat-sahabat sejati yang akan selalu ada untuk saya. yang tidak hanya ada disaat senang, namun juga disaat sedih. yang selalu siap memberikan bantuan atau sekedar mendengarkan sebuah curhat. yang selalu menghadirkan canda dan tawa.

saya juga mendapatkan mami-papi kedua yang selalu memberi dukungan dan semangat dikala saya dan teman-teman merasa lelah atau jenuh. saya sudah menganggap mereka seperti mami-papi sendiri yang amat saya kasihi dan hargai.

dan akhirnya weekend xii pun berjalan dengan sukses.

pada akhirnya, sekarang saya harus pensiun dari jajaran team roses. tetapi pengalaman ini akan saya ingat sampai tua nanti. tanpa organisasi ini, dan tanpa orang-orang ini, saya tidak akan menjadi saya yang seperti sekarang.