TAK LEKANG OLEH WAKTU

“duh sinuwun, bukankah paduka raja besar titisan dewa yang tentu tidak perlu ragu-ragu lagi mengenai apa yang terjadi pada istrimu ini? aku bersumpah duh bumi dan langit, matahari dan bulan, duh batara hotipati, mudah-mudahan tidak selamat diriku kalau bertindak seperti yang diragukan suamiku…”

 

rāma dan ayaṇa

ramayana (dari bahasa sanskerta: रामायण, rāmâyaṇa; yang berasal dari kata rāma dan ayaṇa yang berarti “perjalanan rama”) adalah sebuah cerita epos dari india yang digubah oleh walmiki. kisah ramayana awalnya adalah sebuah kesusasteraan lisan, yang disampaikan dari mulut ke mulut. dengan demikian, ada banyak versi ramayana yang berkembang di masyarakat india. ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra jawa dalam bentuk kakawin ramayana. ramayana sebenarnya diambil dari ceritera yang benar-benar terjadi di daratan india. saat itu daratan india dikalahkan oleh india lautan yang juga disebut tanah srilangka atau langka, yang dalam pewayangan disebut alengka. tokoh rama adalah pahlawan negeri india daratan, yang kemudian berhasil menghimpun kekuatan rakyat yang dilukiskan sebagai pasukan kera pimpinan prabu sugriwa. sedang tanah yang direbut penguasa alengka dilukiskan sebagai dewi sinta (dalam bahasa sanskerta berarti tanah). dalam penjajahan oleh negeri lain, umumnya segala peraturan negara dan budaya suatu bangsa akan mudah berganti dan berubah tatanan, yang digambarkan berupa kesucian sinta yang diragukan oleh rama.

 

ramayana

prabu dasarata dari negeri ayodya memiliki empat putra; rama, barata, lesmana dan teruna. suatu hari seorang pendeta memohon bantuan sri paduka dasarata untuk membebaskan pertapaannya dari serangan para raksasa. maka rama dan lesmana berangkat. di pertapaan, rama dan lesmana menghabisi semua raksasa dan kemudian mereka menuju negeri mantili, di mana diadakan sebuah sayembara. siapa menang dapat mendapat putri raja bernama sinta. para peserta disuruh merentangkan busur panah yang menyertai  kelahiran sinta. tak seorang pun berhasil kecuali rama, maka mereka pun menikah dan lalu kembali ke ayodya.

di ayodya, rama suatu hari akan dipersiapkan dinobatkan sebagai raja, karena ia adalah putra sulung. namun kekayi, salah seorang istri raja dasarata yang bukan ibu rama berakta bahwa sri baginda pernah berjanji bahwa barata-lah yang akan menjadi raja. maka dengan berat hati prabu dasarata mengabulkannya karena ia memang pernah berjanji demikian. kemudian rama, sinta dan lesmana pergi meninggalkan istana. mereka berkelana di hutan dandaka. di sana ada seorang raksasa bernama sarpakenaka yang jatuh cinta kepada lesmana, tetapi lesmana tak berhasil dibujuknya. sarpakenaka marah dan mengadu kepada kakaknya rahwana dan membujuknya untuk menculik sinta dan memperistrinya. akhirnya sinta diculik dan dibawa ke alengka, kerajaan rahwana.

kemudian rama dan lesmana mencari kerajaan ini. di suatu daerah mereka berjumpa dengan kera-kera dan seorang raja kera bernama sugriwa yang istrinya diculik oleh kakaknya, subali. akhirnya subali bisa dibunuh dan istrinya dikembalikan ke sugriwa dan sugriwa bersedia membantu rama. akhirnya dengan pertolongan bala tentara kera yang dipimpin anoman, mereka berhasil membunuh rahwana dan membebaskan sinta. sinta lalu diboyong kembali ke ayodya dan rama dinobatkan menjadi raja.

 

tidak pernah usang

kisah rama dan sinta dalam epos ramayana ini lebih dari sekedar cerita biasa. sebagai kisah yang serat nilai kehidupan, sejarah, kebudayaan, dan spiritualitas, melalui tokoh-tokoh besar itu hadirlah cerita yang luar biasa. kisah tersebut merupakan rekaman pikiran dan semangat para pendahulu yang menginginkan kebaikan, lebih daripada sekadar kesenangan. penggunaan bahasa dalam novel ini sangat mengalir, tidak ada kesan kaku atau keterpaksaaan di antara bagian-bagian cerita. ilustrasi-ilustrasi wayang yang ada didalamnya juga membantu pembaca untuk membayangkan karakterisasi tokoh yang dimaksud. situasi-situasi digambarkan dengan sangat baik, sehingga kita dapat benar-benar merasa mengalami kejadian tersebut. kisahnya seru dan menegangkan, sehingga bisa membuat seseorang ketagihan. tidak ada rasa bosan selama saya membaca novel ini. selama gunung-gemunung tetap berdiri tegak dan sungai-sungai mengalir, ramayana akan terus dikisahkan turun-temurun.

 

oleh iku sampurna

tidak ada yang sempurna di dunia ini. novel ramayana pun memiliki beberapa kekurangan. penyajian alur cerita yang melompat-lompat dapat membingungkan pembaca. apalagi biasanya potongan-potongan kisah dari masa lampau yang ada dalam novel ini berisi tentang kisah hidup tokoh-tokoh bawahan yang kurang penting dan kurang berkaitan dengan isi cerita sebenarnya. selain itu, menurut saya pribadi akhir ceritanya kurang memukau, karena tidak dikisahkan tentang apa yang terjadi setelah rama dan sinta kembali ke ayodya.

 

di belakang layar

sunardi d.m. lahir di sala, 1 juli 1923. ia adalah seorang wartawan dan pemimpin redaksi harian berita yudha yang terbit di jakarta. antara tahun 1960-an sampai dengan 1980-an beliau rajin dan secara teratur menulis cerita wayang yang dimuat di harian berita yudha dan mingguan bhuana minggu.

ia juga menulis buku cerita wayang yang merujuk ke naskah-naskah wayang versi jawa tulisan yasadipura atau sindusastra. buku cerita wayang tersebut diterbitkan oleh balai pustaka yang mengalami cetakan ulang beberapa kali. judul-judulnya antara lain : “kisah keluarga pandawa dan kurawa“, “arjuna krama“, “srikandi belajar memanah“, “arjuna sasrabahu“ , “barata yudha “, “arjuna wiwaha“ dan “sembadra larung“. beliau telah pergi untuk selama-lamanya tanggal 8 april 1987.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s