that one chemistry assignment we all wanted to forget

pesawat bejo telah mendarat di bali. bejo segera mengambil barang-barangnya dan menuju ke mobil yang akan dipakainya. tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah suara.

“halo!” bejo teringat akan solar, temannya, dan ketika ia membalikan badan ia melihat sosok yang mirip dengan solar.

“solar? apakah itu kamu?” bejo bertanya.

“bukan, aku adalah bensin. saudaranya solar.”

“apa kamu dapat memeperkenalkan dirimu lebih jauh?” tanyaku dengan hati-hati.

“tentu saja!”

“namaku bensin, aku digunakan untuk kendaraan bermotor. aku tersusun dari hidrokarbon C7-C11. apa kamu tahu, jo? jika aku dibakar dengan O2 berlimpah maka aku akan menghasilkan CO2, H2O, dan energi panas.” bensin memulai memeperkenalkan dirinya kepada bejo.

“wah kamu tidak kalah keren dengan solar, omong-omong apa kamu kenal dengan avtur?” tanya bejo penasaran.

“tentu saja aku kenal jo! dia saudaraku juga.” bensin terlihat sangat bersemangat, wajah bensin menggambarkan kegembiraan yang luar biasa.

“maaf ya jo, kamu terlihat agak gemuk. beratmu berapa?” tanya bensin sangat penasaran.

“dasar kau bensin! aku tidak gemuk tahu… beratku hanya 54 kg.”

“HAHAHAH KAMU BERAT SEKALI BEJO!”

“memangnya beratmu berapa?”

“beratku 42.4mJ.” jawab bensin sambil mengeluarkan lidahnya meledek bejo.

“hah berapa kg itu?” bejo nampak sangat kebingungan.

“hmm itu sama saja beratku 1 kg, jo.”

“APA?! KAMU SANGAT ENTENG BENSIN!”

“HAHAHAH, kan sudah kubilang kau sangat berat!”

bejo terdiam dan mencoba berpikir sebuah pertanyaan.

“bensin, jika kamu adalah saudara avtur dan solar apa berarti kamu juga datang dari tempat penyulingan minyak mentah?”

“betul! wah nampaknya kamu tahu banyak! kamu ngefans ya sama aku!” bensin meledek bejo kembali.

“APA? TIDAK!” bejo cemberut di depan bensin.

“akui sajalah bahwa kamu memang ngefans sama aku, bejo.” bensin mengedipkan sebelah matanya kepada bejo.

“huft… baiklah. kita selesaikan masalah ini secara jantan! kita adu kekuatan!” bejo menantang bensin.

“wah tidak usah repot-repot, jika kamu ingin mengetahui kekuatanku kamu tinggal mengukur bilangan oktanku!”

“apa pula bilangan oktan?” bejo menjadi semakin bingung dengan bensin.

“bilangan oktan adalah ukuran dari kemampuan bahan bakar untuk mengatasi ketukan sewaktu terbakar dalam diriku. nah, bilangan oktan ini yang bisa membantumu melihat daya bakar.”

“hmm kalau begitu berapa daya oktanmu?” jawab bejo dengan nada menantang.

“hei tunggu aku selesai menjelaskan baru kamu boleh bertanya!”

“baiklah, ayo lanjutkan.”

“bensin itu ada 2 macam, yaitu premium dan pertamax. premium memiliki oktan 87, sementara pertamax memiliki oktan 92. aku termasuk bensin pertamax, selain lebih besar daya oktanku, aku juga bebas dari timbal dan dapat menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi.” bensin menjelaskan dengan muka sangat bangga.

“memangnya premium tidak bisa menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi?” bejo mencoba membela premium agar ia memenangkan perdebatannya.

“hmm… dia tidak bisa, bejo. karena setiap kali dia dipakai untuk mesin berkompresi tinggi, dia akan menyebabkan knocking atau ngelitik.”

bejo pun terdiam tidak dapat menjawabnya. ia kesal dapat bertemu dengan makhluk seperti bensin yang nampak sangat istimewa.

“sepertinya aku akan meminta orangtuaku balik ke jakarta.” bejo pun mulai memanyunkan bibirnya.

“hei, jangan ngambek dong bejo!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s